8 Cara Merawat Printer Agar Kinerjanya Tetap Optimal

Printer sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia modern. Keberadaan perangkat ini sangat membantu mereka yang harus mencetak foto atau dokumen terkait pekerjaannya.

Termasuk juga para pengusaha percetakan yang pasti sangat membutuhkan printer dalam menyelesaikan orderan.

Namun, tidak semua orang tahu dan bisa merawat printer dengan baik. Kebanyakan hanya tahu memakai, tapi tidak paham bagaimana merawatnya.

Mereka berpikir, urusan merawat dan memperbaiki printer tinggal diserahkan saja kepada tukang service printer.

Padahal merawat printer seharusnya bisa dilakukan oleh pemilik atau pemakainya. Apalagi cara merawat printer relatif tidak sulit.

Anda hanya butuh punya kemauan dan ketelatenan. Berikut kami ulas cara-cara merawat printer agar tidak cepat rusak dan kinerjanya tetap optimal dalam jangka panjang.

1. Selalu Jaga Kebersihan Printer

Menjaga kebersihan printer adalah hal pertama yang harus Anda lakukan agar printer bisa tahan lama.

Ketika Anda selesai menggunakan printer dan tidak ada rencana memakainya dalam waktu dekat, tutuplah dengan kain lembut atau penutup khusus printer. Terutama di bagian meletakkan kertas yang rentan dimasuki debu dan kotoran.

Kotoran yang masuk ke dalam bagian ini dan sudah menumpuk, bisa mengganjal kertas. Paling tidak, kotoran tersebut terbawa masuk dan menempel pada printer head. Kondisi ini jelas akan mengganggu kulitas cetakan dan membuat printer head cepat rusak.

Karena itu, pastikan Anda membersihkan printer secara berkala. Setidaknya sekali dalam seminggu.

Frekuensinya bisa lebih sedikit jika Anda jarang menggunakan printer, tapi printer harus selalu berada dalam kondisi tertutup.

2. Lakukan “Clean Head

Cara merawat printer - clean head printer

Cara merawat printer berikutnya adalah rutin melakukan “clean head”. Proses ini adalah cara yang paling banyak dilakukan dalam merawat printer.

Tujuannya agar printer head tidak tersumbat dan mampu menyerap tinta dengan baik. Untuk kemudian menyalurkannya ke atas kertas dengan maksimal.

Sistem perawatan ini umumnya dimiliki oleh setiap printer. Anda tinggal membaca ulang buku manual yang disertakan saat membeli printer. Karena, beda merek printer biasanya beda pula cara melakukan clean head.

Namun demikian, jangan terlalu sering melakukan clean head. Cukup sekitar 1-2 minggu sekali saja.

Jika terlalu sering bisa mengakibatkan tempat tinta tidak bisa menampung tinta atau mengalami kebanjiran.

3. Gunakan Secara Rutin

Printer yang digunakan secara rutin justru akan lebih awet dibanding printer yang jarang digunakan. Kenapa?

Karena, printer yang sering digunakan secara rutin akan mempunyai kondisi mesin yang lebih optimal. Tentu saja selama pemakaian printer tidak berlebihan.

Sementara printer yang jarang digunakan cenderung lebih cepat rusak. Saat printer jarang digunakan, tinta bisa kering.

Kondisi ini menjadi tidak ideal bagi printer head, akibat kekurangan tinta cair untuk disalurkan ke atas kertas.

Selain itu, sebuah printer yang lama tidak digunakan bisa berakibat fatal bagi kondisi printer head. Karat dan tinta yang mengering akan sulit dibersihkan jika sudah menempel pada printer head dalam waktu lama.

Akibatnya, tinta pun tidak bisa keluar dengan maksimal akibat lubang di printer head sudah tertutup karat atau tinta yang mengering.

Jadi, akan lebih baik jika Anda selalu menggunakan printer secara rutin. Kalaupun tidak setiap hari, minimal seminggu sekali printer harus dioperasikan.

4. Matikan Jika Tidak Digunakan

Laiknya sebuah mesin, printer pun butuh waktu untuk beristirahat. Karena itu, saat Anda belum ada rencana untuk menggunakannya sebaiknya dimatikan saja.

Dengan demikian, printer bisa sedikit ngaso dari tugasnya mencetak dokumen yang Anda butuhkan. Dengan adanya masa recovery justru mampu membuat printer menjadi lebih awet.

Perhatikan juga cara mematikan printer. Jangan langsung cabut kabel adaptor yang menempel ke saluran listrik. Matikan dengan cara menekan tombol on/off sampai semua lampu di printer mati.

Tekan tombol on/off ini selama 2-3 detik dan tunggu lampu mati. Barulah kemudian Anda mencabut kabel listrik dari printer. Termasuk juga kabel USB yang menghubungkan printer dengan komputer.

Cara merawat printer seperti ini akan menghindari terjadinya arus pendek. Meskipun hal tersebut jarang terjadi, tapi tidak ada salahnya Anda melakukan tindakan pencegahan dan antisipasi.

Ketika Anda membutuhkannya kembali tinggal colokkan kembali kabel ke jaringan listrik. Tidak sulit bukan?

5. Jangan Mencetak  Secara Berlebihan

Ada satu hal yang kerap dilupakan oleh para pemilik printer, yaitu mencetak secara berlebihan. Memaksa printer bekerja ekstra hanya akan membuat umurnya menjadi lebih pendek.

Printer head sejatinya punya batas waktu bekerja. Ketika Anda memaksa mencetak dalam jumlah banyak secara cepat, maka kondisi printer head pasti akan kelelahan. Inilah yang kemudian akan membuat kinerja printer menjadi menurun.

Kalaupun Anda harus mencetak dalam jumlah yang banyak, misalnya mencetak 200 lembar, lakukan secara bertahap. Tahap pertama mencetak 25 lembar lalu istirahatkan printer selama beberapa menit.

Lanjut ke tahap berikutnya, dan lakukan tahap demi tahap dengan tetap memberi jeda istirahat kepada printer.

Cara ini cukup ideal dilakukan kepada printer yang sudah menggunakan sistem infus. Keberadaan wadah tinta yang berada di luar printer dan terhubung oleh selang juga membutuhkan waktu istirahat.

Karena printer head bakal bekerja lebih keras mengambil tinta yang jaraknya sedikit jauh dalam sistem infus.

6. Gunakan Tinta yang Direkomendasikan

Contoh tinta orisinal

Jangan pandang sepele penggunakan tinta printer. Selalu gunakan tinta printer sesuai yang direkomendasi produsen. Penggunaan tinta orisinal akan memberi hasil yang maksimal kepada setiap halaman yang dicetak.

Gunakan tinta dari satu merek saja. Pemakaian tinta dari berbagai merek hanya akan membuat hasil cetakan menjadi tidak maksimal.

Mengapa? Karena biasanya tingkat kepekatan warna dari setiap merek berbeda-beda.

Hal ini harus Anda perhatikan jika menggunakan printer dengan sistem infus. Sistem ini memang memudahkan dalam mengisi tinta.

Namun, mencampur satu merek tinta dengan merek yang lain akan menghasilkan warna yang tidak solid.

Selain itu, tinta yang tercampur akan membuat kinerja kartrid menjadi kurang optimal. Kartrid yang masih membaca kadar warna tinta merek A tiba-tiba mendapatkan kadar warna berbeda dari tinta B pasti akan dibuat bingung.

Hasilnya, tentu saja warna pada cetakan tidak akan sempurna.

7. Ganti Tinta Sebelum Habis

Jangan lupakan juga cara merawat printer berikut ini.  Rutin memeriksa kondisi tinta di dalam kartrid. Jangan sampai Anda tidak menyadari bahwa tinta sudah habis saat masih menggunakan printer.

Jika Anda menggunakan printer dalam kondisi tinta sudah habis, pasti printer akan mengalami error. Keterlambatan Anda dalam mengisi tinta akan membuat kondisi kartrid menjadi tidak normal.

Ketika hal seperti ini sering terjadi, lama kelamaan kartrid tidak akan bisa berfungsi lagi.

8. Lakukan Perawatan Kinerja Kartrid

Cara yang terakhir ini bisa jadi jarang dilakukan. Namun cukup efektif dalam menjaga kinerja kartrid tetap optimal.

Pertama buatlah empat lingkaran dengan warna kuning, hijau, hitam, dan merah. Anda bisa membuat empat lingkaran ini dengan mudah melalui insert shapes pada Ms Word. Lanjut dengan mencetak gambar tersebut dengan resolusi tertinggi.

Lakukan cara ini antara satu atau dua bulan sekali sehingga kinerja kartrid bisa terjaga dalam kondisi optimal.

Cara ini juga bisa dilakukan untuk mengecek kondisi kartrid apakah masih bisa mencetak warna dengan benar atau tidak.

Penutup

Itulah 8 cara merawat printer yang bisa langsung Anda praktikkan. Jangan lagi mengandalkan jasa tukang service printer untuk membuat printer bisa tetap bekerja dengan prima.

Dengan melakukan perawatan yang benar dan teratur, Anda akan memiliki printer yang lebih awet dan bisa mengirit biaya karena tidak sering dilakukan perbaikan.

Loading...

Artikel Terkait: